Oleh: FX. Erlian Cahyadi, S.Pd., M.M.
Kepala Sekolah SMP Strada Bhakti Utama
Sekolah adalah tempat di mana para guru membimbing siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, dan berkarakter. Banyak orang tua menggantungkan harapan besar kepada sekolah yang mereka pilih, sebab rekam jejak sebuah lembaga pendidikan sering dianggap menjadi penentu masa depan anak. Demi memberikan kesempatan terbaik, tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan biaya lebih besar untuk memastikan anak mereka memperoleh pendidikan berkualitas.
Kepercayaan ini sejalan dengan pandangan Nelson Mandela yang mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Tidak mengherankan jika berbagai sekolah unggulan di banyak negara menawarkan standar mutu sangat tinggi, lengkap dengan fasilitas modern dan guru berkompeten. Lembaga seperti Institut auf dem Rosenberg, Institut Le Rosey, atau Aiglon College sering dijadikan rujukan ketika membicarakan sekolah dengan kualitas premium.
Pertanyaan yang kemudian muncul ialah apa yang menentukan sebuah sekolah dikategorikan unggulan, dan siapa pihak yang paling berpengaruh dalam kemajuan sebuah sekolah. Di banyak penelitian pendidikan, peran kepala sekolah menjadi sorotan utama. Menurut Craven (2012), kepala sekolah merupakan aktor kunci yang menentukan arah dan kualitas lembaga pendidikan yang ia pimpin. Karena itu, pengembangan profesional kepala sekolah menjadi salah satu fokus banyak negara dalam memperkuat kepemimpinan pendidikan.
Tiongkok merupakan salah satu contoh negara yang melakukan reformasi pendidikan secara sistematis sejak tahun 1985. Perubahan ini terjadi bersamaan dengan transformasi ekonomi dan teknologinya yang berkembang pesat. Reformasi tersebut didukung perencanaan jangka panjang yang terstruktur, sehingga turut membentuk ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kualitas. Seleksi kepala sekolah dilakukan melalui proses ketat yang menekankan kompetensi, integritas, dan kemampuan memimpin.
Pemerintah Tiongkok mengembangkan standar yang jelas dalam menilai kepemimpinan kepala sekolah, mencakup empat aspek utama yaitu nilai atau moralitas (de), kemampuan manajerial dan pedagogis (neng), ketekunan (qing), serta pencapaian kinerja (ji). Pendekatan ini tidak hanya membuat sekolah menjadi tempat belajar yang baik bagi siswa, tetapi juga tempat berkembang bagi para pemimpin pendidikan.
Pada tingkat kurikulum dan filosofi pendidikan, Tiongkok mengusung konsep pendidikan berbasis kualitas atau su zhi. Konsep ini menekankan bahwa pendidikan harus mencakup empat ranah utama yaitu moralitas atau de, intelektual atau zhi, kesehatan fisik atau ti, serta apresiasi seni atau mei. Tujuannya adalah menciptakan perkembangan siswa yang seimbang, tidak hanya menonjolkan aspek akademik semata. Sejak diterapkan pada 2001, kebijakan Quality Oriented Education ini menandai pergeseran dari sistem berfokus nilai ujian menuju pendekatan yang lebih berpusat pada peserta didik.
Dalam kerangka ini, kepala sekolah memiliki lima tugas utama. Pertama, memastikan pendidikan yang holistis dengan memperhatikan perkembangan fisik, karakter, intelektual, dan sosial siswa. Kedua, mengarahkan implementasi kurikulum agar sejalan dengan standar nasional serta mendorong pembelajaran yang efektif. Ketiga, membina profesionalitas guru melalui pelatihan, supervisi, dan pengembangan budaya kerja positif. Keempat, memimpin dan mengelola sekolah melalui tata kelola yang transparan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Kelima, mengelola sumber daya sekolah secara efektif termasuk pengembangan fasilitas, layanan bagi siswa berkebutuhan khusus, serta hubungan dengan masyarakat.
Untuk mendukung peran yang luas ini, Tiongkok menerapkan sistem pelatihan kepala sekolah yang berjenjang dan berkelanjutan. Pelatihan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada kepemimpinan instruksional dan refleksi profesional. Kepala sekolah diharapkan mampu menjadi penggerak utama peningkatan mutu pembelajaran, bukan sekadar pengelola lembaga.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa sekolah maju tidak hanya ditentukan oleh fasilitas atau kurikulum, tetapi sangat bergantung pada kualitas pemimpinnya serta sistem yang mendukung. Pendekatan yang komprehensif dan terstruktur seperti ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi berbagai sistem pendidikan, termasuk di negara lain, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Keren pak Erlian, menjadi inspirasi besar bagi upaya proses kemajuan layanan pendidikan di Perkumpulan Strada. Tetap semangat untuk berjuang buat kita semua.
Semoga kepala sekolah dapat belajar dari sistem pendidikan di Tiongkok.