Oleh: Lusia Sri Handayani, S.Pd., M.I.Kom
Guru SMA Strada St. Thomas Aquino
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan sebagai agen perubahan. Secara konkret, sekolah mendampingi peserta didik mengembangkan potensi diri sehingga kompetensi mereka meningkat. Untuk itu, lembaga pendidikan perlu memiliki pandangan futuristik, mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Fungsi sekolah sebagai agen perubahan dapat dijabarkan menjadi beberapa peran. Pertama, agen sosialisasi, yang mengajarkan nilai, norma, dan etika agar siswa mampu beradaptasi dan bersikap baik. Kedua, penyalur budaya, yang mewariskan dan melestarikan budaya dari generasi ke generasi. Ketiga, agen pendidikan karakter dan moral, yang membentuk siswa berkepribadian baik dan berakhlak mulia. Keempat, agen inovasi, yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekolah memiliki kesempatan luas untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, lomba, maupun pentas seni dan perayaan HUT sekolah. Salah satu contoh nyata adalah kepanitiaan Thomas Day 2026 di SMA Strada St. Thomas Aquino, yang diselenggarakan pada 19–31 Januari untuk memperingati ulang tahun sekolah yang ke-62 dan pesta nama Santo Thomas Aquino. Kegiatan ini mencakup lomba akademik, olahraga, seni, workshop, dan donor darah, dengan kepanitiaan yang melibatkan guru, karyawan, dan siswa.

Selama menjalankan kepanitiaan, siswa memperoleh pengalaman berharga yang jarang didapat di kelas. Beberapa nilai karakter yang dapat diasah antara lain:
- Tanggung jawab: menyeimbangkan tugas kepanitiaan dan kewajiban belajar.
- Kerja keras: memastikan acara berjalan lancar melalui usaha maksimal.
- Kreativitas: merancang konsep dan pengemasan acara.
- Kedisiplinan: konsisten mengikuti jadwal latihan, rapat, dan keputusan bersama.
- Teamwork: membangun koordinasi dan komunikasi antarpanitia.
- Komunikasi efektif: meningkatkan kemampuan intrapersonal dan public speaking.
- Keberanian: menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil dan memimpin.
- Ketelitian: teliti dalam membuat notulen, surat, laporan pertanggungjawaban, dan keuangan.
- Kejujuran dan transparansi: penting bagi bendahara dan pengelola dana.
- Komitmen: menjaga relasi dan komunikasi baik dengan pihak internal maupun eksternal, termasuk sponsor dan vendor.
Kepanitiaan pentas seni HUT sekolah memberi siswa pengalaman nyata dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Peserta lomba pun belajar menjunjung sportivitas, kreativitas, dan kerja keras. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mensukseskan acara, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan sosial siswa. Kepanitiaan pentas seni HUT sekolah menjadi sarana pembelajaran yang sarat nilai pendidikan karakter, sekaligus mengembangkan potensi dan mentalitas siswa, serta menanamkan etika kerja yang baik.
W O W
Selamat dan sukses pentas seni SMA Thomas.
Kegiatan yang menggembirakan segenap warga Thomas dkk. juga …
sarana ekspresi para Thomasian yang keren. Jaya…jaya…jaya.