Salatiga — murid SMA dan SMK Perkumpulan Strada mengikuti kegiatan Live In bidang pertanian dan peternakan yang dilaksanakan pada Minggu–Kamis, 18–22 Januari 2026 di KPTT (Kursus Pertanian Taman Tani) Salatiga. Kegiatan ini didampingi oleh mentor Willy dan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan melalui pendekatan terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan Live In dan Field Trip ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkaya proses pembelajaran murid dengan pengalaman nyata dalam memahami sistem pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil. Melalui metode observasi, praktik lapangan, serta pembelajaran terstruktur, peserta diajak mengaitkan teori yang dipelajari di sekolah dengan realitas di lapangan.
Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem pertanian dan peternakan, meningkatkan kemampuan observasi dan analisis peserta terhadap praktik lapangan, memperkenalkan konsep sustainable integrated farming secara aplikatif, serta membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai media tanam, nutrisi tanaman, dan pengolahan hasil pertanian serta peternakan.
Watch on Instagram
Pada hari pertama, Minggu (18/1), kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari KSP menuju Salatiga. Setibanya di KPTT Salatiga, peserta melakukan proses kedatangan dan penataan barang di area penginapan. Malam hari diisi dengan makan malam bersama untuk membangun kebersamaan, dilanjutkan dengan kelas pengantar bertema “Sustainable Integrated Farming” yang memberikan pemahaman awal mengenai konsep pertanian terpadu berkelanjutan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan istirahat malam.
Memasuki hari kedua, Senin (19/1), kegiatan dimulai sejak pagi dengan pearayaan ekaristi dan sarapan. Selanjutnya, peserta mengikuti Field Trip Area 1 dan Area 2 KPTT yang berfokus pada bidang pertanian, perikanan, serta pengolahan hasil. Pada sesi ini, peserta mempelajari pembibitan dan kebun tanaman hortikultura serta sayuran, seperti sawi, cabai, pakcoy, tomat, terong, selada, kangkung, bayam, wortel, brokoli, hingga kacang panjang. Pembelajaran menitikberatkan pada teknik pembibitan, perawatan, dan siklus pertumbuhan tanaman.

Peserta juga mengunjungi rumah jamur untuk mempelajari budidaya jamur menggunakan media serbuk kayu dan kapur, serta pengaturan kelembapan dan sanitasi. Selain itu, peserta dikenalkan pada budidaya vanili, budidaya katak konsumsi, sistem hidroponik air mengalir, penggunaan pupuk cair, serta observasi tanaman buah dan tanaman hias seperti stroberi, durian, kelengkeng, jeruk bali, sawo, dan alpukat. Pembelajaran turut dilengkapi dengan praktik pembibitan ikan mujair dan pengolahan kompos sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengolahan hasil peternakan, khususnya proses pengolahan daging babi secara higienis dan terstruktur.
Setelah istirahat singkat, kegiatan dilanjutkan dengan Field Trip Area 3 yang berfokus pada peternakan terpadu dan perkebunan. Di area ini, peserta mempelajari sistem pemeliharaan perkebunan kopi, alpukat, beragam jenis jeruk dan tanaman buah lainnya. Selain itu peserta juga belajar seperti apa mengelola peternakan babi. Pembelajaran menekankan pada pengelolaan pakan, kebersihan kandang, serta integrasi antara peternakan dalam satu sistem berkelanjutan.
Pada siang hingga malam hari, peserta mengikuti kelas lanjutan mengenai “Media Tanam dan Nutrisi Tanaman”, refleksi harian, misa, serta kelas Pembagian Praktik Lapangan sebagai persiapan kegiatan praktik berikutnya.
Secara umum, kegiatan Live In dan Field Trip ini berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kegiatan ini memberikan wawasan praktis dan pemahaman mendalam mengenai konsep pertanian dan peternakan terpadu yang berkelanjutan, sekaligus menjadi pengalaman belajar bermakna bagi murid SMA dan SMK Perkumpulan Strada.
Penulis: Mastiur Juniati Gultom – Guru SMK Strada Jakarta