Penulis : Dewi Marpaung
SMP Strada Bhakti Mulia


Orang tua terdiri dari ayah dan ibu. Ayah memiliki tanggung jawab untuk memimpin keluarga juga memenuhi kebutuhan keluarga termasuk segala kebutuhan anak. Ibu adalah orang yang mengandung dan melahirkan anak. Ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawat, mendidik dan memberi kasih sayang kepada anak. Hubungan anak dengan orang tua bukanlah hanya sebuah hubungan biologis, orang tua harus bertanggung jawab penuh terhadap anak yang telah dilahirkan.

Siapa itu guru dan apa perannya? Guru merupakan seorang tenaga pendidik yang mengajar, membimbing, mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan ilmu-ilmu yang akan bermanfaat kelak bagi masa masa depan mereka. Bagi saya dan bagi semua guru yang lain, menjadi guru adalah sebuah panggilan dan pelayanan. Menjadi guru bukan hanya sebuah profesi untuk dapat melanjutkan hidup atau bukan sebagai pelarian semata karena bingung harus memilih profesi lain.

Orang tua dan Guru Anak adalah anugerah.
Anak lahir putih dan bersih seperti kertas kosong. Orang tua dan guru adalah pulpen atau pensil warna yang akan mengisi juga mewarnai kertas kosong tersebut. Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan anak. Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab mendampingi dan membimbing anak-anak hingga mereka dewasa dan dapat menggapai cita-citanya.

Namun hal yang berbeda justru terjadi dalam masa ini. Banyak kasus yang terjadi antara guru dan orang tua. Banyak guru yang dilaporkan karena ketidakpuasan orang tua terhadap sikap guru dalam mendisiplinkan atau menegur peserta didik. Seperti yang terbaru di sebuah sekolah di Tangerang Selatan seorang guru yang dilaporkan atas tuduhan melakukan kekerasan verbal setelah menasehati murid agar lebih peduli kepada temannya. Hal ini memicu ketakutan bagi semua guru. Rasa bingung, rasa khawatir akhirnya muncul karena sepertinya tidak ada lagi cara yang aman bagi guru untuk mendisiplinkan anak. Atau guru sebaiknya diam saja melihat sikap dan perilaku anak yang tidak baik?

Sejatinya sekolah bukan hanya tempat untuk mendapat ilmu pengetahuan, namun juga menjadi tempat dalam pembentukan karakter anak. Di sekolah, anak dididik cara bersikap, berbicara, dan bersosialisasi dengan temannya sehingga kelak mereka paham bagaimana hidup bermasyarakat. Sehingga wajar rasanya jika guru ambil andil dalam mendisiplinkan anak dengan cara menasehati.

Jika ditelaah lebih dalam dapat disimpulkan bahwa rata-rata orang tua yang melaporkan guru adalah orang-orang yang berasal dari keluarga berada dan orang yang berpendidikan. Apakah itu cara untuk menunjukkan kuasanya? Apakah zaman sekarang ini menasehati anak adalah hukuman yang sangat berat? Lantas, apa yang orang tua lakukan jika anaknya bersikap tidak baik di rumah jika menasehati anak di sekolah saja menjadi hal besar bagi mereka.

Guru bukan musuh atau saingan orang tua. Guru merupakan patner orang tua. Orang tua harus benar-benar yakin untuk menitipkan anaknya di sekolah, sebab segala hal yang ada di sekolah sifatnya terstruktur, kepala sekolah, guru, bahkan seluruh karywan terikat dalam aturan-aturan sehingga tidak boleh sembarangan dalam bersikap dan bertindak.

Hal Positif Hasil Kerjasama antara Guru dan Orang Tua
Secara umum, semua orang tua mengasihi anak-anaknya dan akan berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya tumbuh dalam jalan yang salah. Begitu juga dengan guru. Semua guru akan melakukan yang terbaik untuk anak didiknya. Jika orang tua meyakinkan anaknya di sekolah, maka guru akan dengan tenang mengajar dan mendidik anak tersebut tanpa rasa khawatir dan ketakutan.

Hal yang baik juga akan terjadi pada perkembangan karakter dan emosional anak. Anak akan semakin mandiri, bertanggung jawab dan akan selalu merasa aman baik di rumah ataupun di sekolah. Anak tidak lagi merasa bingung dengan perbedaan sikap antara guru di sekolah dan orang tuanya di rumah. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara guru dan orang tua akan membawa anak tumbuh dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Orang tua dan guru harus bersatu hati menjaga anak terutama di masa saat ini, masa di mana anak terjebak dalam dunia maya dan berpotensi terjebak dampak negatif dari kemajuan teknologi.

Orang tua harus memahami bahwa guru memiliki kode etik yang merupakan norma dan asas yang mengatur perilaku profesionalnya dalam membimbing peserta didik. Jika melanggar kode etik maka seorang guru akan mendapat sanksi oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia.

Bukan hanya karena kode etik, semua guru pasti mengasihi anak didiknya dan bangga jika berhasil membantu mengantar mereka pada masa depan yang lebih baik. Guru adalah pengabdian kepada negara, panggilan hati dan pelayanan kepada masyarakat juga kepada Tuhan yang menjadikannya ada.